Membentuk hati yang mau melayani
Podcast: Play in new window
REFLEKSI ULANG TAHUN KE 34
KASIH MENJADIKAN HIDUP BERMAKNA
Oleh: Paulus Winarto*
So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom.
– The Book of Life
Peringatan hari kemerdekaan negeri ini selalu menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi saya sebab pada hari yang sama saya juga memperingati hari ulang tahun saya. Kita memang tidak pernah tahu di mana dan kapan kita lahir dan rupanya Tuhan telah menetapkan saya harus lahir di Sorong, tanah Papua, 17 Agustus 1975.
Tahun 2009, bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-64, saya pun merayakan ulang tahun saya yang ke-34. Tidak ada pesta besar. Yang ada yang hanya syukuran kecil keluarga. Apalagi saat ini saya sedang kurang fit mengingat kista di hidung kanan saya kambuh lagi sehingga sudah beberapa hari ini saya sesak napas dan terkadang harus bernapas lewat mulut. Lagi-lagi ini mengingatkan saya tentang betapa perlunya mensyukuri berkat bernama kesehatan dan oksigen yang bisa kita hirup secara gratis.
Kesadaran bahwa saya ini amat sangat kecil dan tak berarti dibanding alam semesta diperkuat melalui peristiwa perjumpaan saya dengan Dr. Moedji Raharto, Kepala Observatorium Boscha ITB di Lembang, Bandung. Suatu ketika saya pernah mewawancarai beliau soal Badai Meteor Leonid. Beliau mengajak saya jalan – jalan mengelilingi observatorium dan mencoba teleskop. “Alam semesta begitu luas. Maha Agung Tuhan. Apalah artinya kita manusia ini dibandingkan alam semesta. Hanya kesombonganlah yang membuat kita besar kepala,” nasihat Pak Moedji. Continue Reading »
Suatu ketika, saya bersama dengan pikiran yang nakal ini bertanya kepada seorang sahabat dekat yang juga seorang pastor. “Pastor, bisakah saya menjadi seorang pengikut Kristus (Kristiani) tanpa harus memeluk agama Kristen (Katolik tentu termasuk Kristen karena pengikut Kristus)?” tanya saya tanpa bermaksud menguji.
Sejenak ia menghela napas kemudian menjawab dengan tenang sambil menatap dalam mata saya. “Kalau kamu bertanya dan saya harus menjawab dalam kapasitas saya sebagai seorang pastor, tentu saya akan menjawab tidak. Namun jika kamu bertanya dan saya harus menjawab dalam kapasitas saya sebagai seorang sahabat, saya akan menjawab, bisa,” ujarnya penuh ketulusan. Continue Reading »

