Sewaktu duduk di bangku SMP dulu, saya sempat merenungkan ucapan Pastor Remi Sene, SVD, soal doa sang tukang kayu dan doa sang petani. “Pada saat yang sama, di suatu pagi, keduanya berdoa kepada Tuhan. Tukang kayu minta agar Tuhan memberikan iklim panas terik agar ia dapat pergi ke hutan dan menebang kayu pada hari itu. Sedangkan petani berdoa minta hujan diturunkan hari itu agar padi yang ditanamnya dapat tumbuh subur,” kata pastor yang memang amat dekat dengan saya ini.
Continue Reading »
Konon suatu ketika Sang Budha pernah berkata, “Dunia ini penuh kesedihan. Dan akar dari semua kesedihan itu adalah keinginan.” Saya setuju dengan Budha. Tapi, seorang teman kemudian bertanya, “Apakah itu serta – merta berarti kita tak boleh punya cita – cita yang tinggi?” Dengan nada enteng saya memberikan jawaban versi saya. “Oh, tentu boleh. Malah hidup tanpa cita – cita membuat hidup kita hampa, tak punya arah tujuan. Bukankah hidup ini akan selalu bermakna kalau orang punya sesuatu yang ia perjuangkan dan seseorang yang ia cintai? Something to do and someone to love,” begitu reaksi saya.
Continue Reading »
Seorang raja yang adil di sebuah negeri datang menemui seorang pertapa. “Bapa, aku orang yang sangat sibuk dan selalu mencoba untuk hidup baik. Tapi aku rindu sekali berjumpa Tuhan. Bisakah Bapa menunjukkan padaku jalan menuju Tuhan dalam satu kalimat saja karena aku orang yang amat sibuk,” katanya, tulus. “Tuanku raja, aku akan menunjukkan kepada tuanku yang bijak, jalan menuju Tuhan. Tidak dalam satu kalimat, melainkan hanya dalam satu kata yaitu Silence. Keheningan,” jawab Sang Pertapa. Continue Reading »
Orang – orang yang “malas” beribadah secara lahiriah sering berkomentar, “Aku memang tidak rajin sembahyang karena hidupku adalah doaku.” Lama sekali saya tidak memahami ucapan yang semula kedengaran amat konyol tadi, sampai suatu ketika saya membaca buku karya Romo Mangunwijaya berjudul RAGAWIDYA, Religiositas Hal-hal Sehari-hari. Sungguh, saya amat berutang budi terhadap romo yang telah menyadarkan saya itu.
Continue Reading »
man tanpa perbuatan ibarat koran tanpa berita. Amat tidak menarik. NOL BESAR! Prof. Dr. Nurcholish Madjid pernah berkata, “Orang beriman tanpa beramal sama saja dengan omong kosong. Beramal tanpa berilmu pengetahuan juga tidak lengkap. Berilmu pengetahuan tanpa sikap yang tulus juga hampa. Jadi harus beriman, beramal, berilmu pengetahuan dan bersikap tulus! Keempatnya adalah satu paket, tak boleh dipisah-pisahkan!”
Continue Reading »









